A. Hukum Lam Fi’il (لام الفعل)
Lam al-fi’il adalah lam
sukun yang merupakan bagian asli dari sebuah kata kerja (fi’il). Lam ini dapat
ditemukan dalam:
·
fi’il madhi (kata kerja lampau),
·
fi’il mudhari‘ (kata kerja sedang/akan),
·
fi’il amar (kata kerja perintah).
Contohnya:
أَلْهَاكُمُ - يَلْتَقِطْهُ
- قُلْ - وَأَلْقِ - أَرْسَلْنَا
Pada bahasan
sebelumnya diterangkan tentang hukum lam ta’rif. Nah perlu dicatat bahwa hukum
tersebut hanya berlaku pada lam ta’rif dan tidak berlaku pada lam fi’il.
---------------
Baca juga: Hukum lam
ta’rif
---------------
Lam fi’il memiliki dua
hukum, yaitu izhār dan idghām.
1. Izhar
Apabila lam fi’il
bertemu dengan huruf selain lam (ل) dan (ر),
maka lam dibaca jelas.
Contoh:
قُلْ نَعَمْ - وَقُلْنَا
– وَالْتَقَى - قُلْ بِئْسَمَا
Catatan penting
Ketika membaca lam fi’il
secara izhār, jangan terlalu menekankan lam sampai terdengar seperti memiliki
harakat tambahan. Lam tetap sukun dan tidak boleh diberi gerakan.
2. Idgham
Lam fi’il dihukumi
idgham apabila lam fi’il bertemu dengan lam (ل) dan ra’ (ر). Artinya
lam sukun dileburkan ke lam atau ra’ yang muncul setelahnya. Idgham lam sukun
bertemu lam disebut idgham mutamatsilain. Adapun idgham lam sukun bertemu ra’
disebut idgham mutaqaribain.
Contoh lam fi’il
bertemu lam:
قُلْ لَّكُمْ –
أَلَمْ أَقُلْ لَّكُمْ
Contoh lam fi’il
bertemu lam:
قُلْ رَبِّي – فَقُلْ
رَبُّكُمْ ٍ
Menurut penjelasan
ulama tajwid, idghām lam dengan lam disebabkan tamātsul (تماثل), yaitu kesamaan huruf, sedangkan idghām
dengan rā’ disebabkan taqārub (تقارب), yaitu kedekatan makhraj/sifat.
----------------------
Baca juga: Idgham
mutamatsilain dan idgham
mutaqaribain
----------------------
B. Hukum Lam Sukun
Lainnya
Hukum lam sukun pada
fi’il seperti dijelaskan di atas berlaku juga pada lam sukun yang terdapat pada
huruf dan isim. Dihukumi idzhar bila bertemu huruf selain lam dan ra’ serta
dihukumi idgham bila bertemu lam dan ra’
1. Idzhar
Apabila setelah lam
sukun terdapat huruf selain lam (ل) dan ra’ (ر)
maka lam dibaca jelas.
Contoh:
هَلْ تَعْلَمُ
- هَلْ يَسْتَوِيَانِ - بَلْ فَعَلَهُ - بَلْ قَالُوا - أَلْسِنَتِكُمْ
وَأَلْوَٰنِكُمْ
2. Idgham
Apabila setelah lam sukun
terdapat lam atau ra’, maka terjadi idgham yakni meleburkan lam sukun ke huruf
berikutnya. Idgham lam sukun bertemu lam disebut idgham mutamatsilain. Adapun
idgham lam sukun bertemu ra’ disebut idgham mutaqaribain.
- Idgham mutamatsilain
Contoh:
هَلْ لَكُمْ - بَلْ
لَا تُكْرِمُونَ
- Idgham mutaqaribain
Contoh:
بَلْ رَفَعَهُ
اللَّهُ - قَالَ بَلْ رَبُّكُمْ
--------------
Pengecualian:
Ada pengecualian pada
lam sukun bertemu ra’ pada Al-Muṭaffifīn ayat 14:
كَلَّا بَلْ
رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ
Dalam riwayat Ḥafṣ
melalui thariq asy-Syāṭibiyyah, pada ayat tersebut terdapat saktah, sehingga lam
tidak di-idgham-kan dengan ra’. Saktah adalah berhenti sejenak tanpa bernafas. Saktah
menjadi penghalang terjadinya idgham pada tempat tersebut.
Artikel keren lainnya:
Belum ada tanggapan untuk "Hukum Lam Fi'il: Idzhar dan Idgham"
Post a Comment