Isim Fi’il: Kata yang
Bermakna Fi’il dalam Bahasa Arab
Dalam bahasa Arab,
kita mengenal tiga kelompok kata utama, yaitu isim (اِسْمٌ), fi’il (فِعْلٌ), dan ḥarf (حَرْفٌ).
Namun, dalam pembahasan ilmu nahwu terdapat satu bentuk kata yang cukup unik,
yaitu isim fi’il (اِسْمُ الْفِعْلِ).
 |
| Isim Fi'il |
Namanya memang
mengandung kata isim dan fi’il, tetapi isim fi’il bukanlah
gabungan antara isim dan fi’il. Istilah ini merujuk kepada suatu kata yang
secara bentuk termasuk isim, tetapi memberikan makna seperti fi’il dan dapat
menjalankan fungsi yang dijalankan oleh fi’il.
Contohnya:
صَهْ
“Diamlah!”
Kata (صَهْ) bukan
fi’il amr seperti (اُسْكُتْ).
Akan tetapi, maknanya sama yaitu diam/berhentilah berbicara, sehingga kata
tersebut
disebut isim fi’il amr.
1. Pengertian Isim
Fi’il
Secara bahasa, isim fi’il
(اِسْمُ الْفِعْلِ)
berarti “kata benda yang menunjukkan makna kata kerja”.
Secara istilah, isim
fi’il adalah:
كَلِمَةٌ تَدُلُّ عَلَى مَعْنَى الْفِعْلِ، وَلَا تَقْبَلُ عَلَامَاتِهِ
“Suatu kata yang
menunjukkan makna fi’il, tetapi tidak menerima tanda-tanda fi’il.”
Jadi, ada dua karakter
utama:
- Maknanya seperti fi’il.
- Tidak menerima tanda-tanda yang biasa
dimiliki fi’il.
- Bersifat mabnī.
Pertanyaan yang sering
muncul adalah:
“kalau maknanya fi’il, mengapa disebut isim?”
Karena kata tersebut tidak
memiliki karakteristik fi’il secara bentuk, tetapi maknanya menunjukkan
pekerjaan atau tindakan seperti fi’il.
Perhatikan:
|
Arti
|
Makna Fi’il
|
Isim Fi’il
|
|
Diamlah!
|
اُسْكُتْ
|
صَهْ
|
|
Berhentilah!
|
اِمْتَنِعْ / اِنْكَفِفْ
|
مَهْ
|
|
Jauh/sangat jauh
|
بَعُدَ
|
هَيْهَاتَ
|
|
Kabulkanlah!
|
اِسْتَجِبْ
|
آمِينَ
|
|
Kemarilah!
|
تَعَالَ / أَقْبِلْ
|
هَلُمَّ
|
Dengan demikian, isim
fi’il memiliki makna seperti fi’il, tetapi bentuknya tidak mengikuti pola fi’il
biasa.
2. Pembagian Isim
Fi’il Berdasarkan Maknanya
Isim fi’il dapat
dibagi menjadi tiga kelompok utama berdasarkan makna waktu atau jenis fi’il
yang diwakilinya.
a. Isim Fi’il Māḍī (اِسْمُ فِعْلِ الْمَاضِي)
Isim fi’il māḍī adalah
isim fi’il yang menunjukkan makna seperti fi’il māḍī, yaitu sesuatu yang telah
terjadi.
Contoh paling
terkenal:
هَيْهَاتَ
Artinya (بَعُدَ): “Telah
jauh” atau “sangat jauh.”
Contoh dalam
Al-Qur’an:
هَيْهَاتَ
هَيْهَاتَ لِمَا تُوعَدُونَ
“Jauh, jauh sekali apa
yang diancamkan kepada kalian.” QS. Al-Mu’minūn [23]: 36.
b. Isim Fi’il Muḍāri’
(اِسْمُ فِعْلِ الْمُضَارِعِ)
Isim fi’il muḍāri’
adalah isim fi’il yang menunjukkan makna seperti fi’il muḍāri’.
Salah satu contohnya
adalah:
أُفٍّ
Kata (أُفٍّ) digunakan
untuk menunjukkan rasa tidak suka, keluhan, kejengkelan, atau rasa kesal.
Dalam konteks
tertentu, maknanya dapat dipahami seperti (أَتَضَجَّرُ) yang artinya “Aku merasa kesal/jengkel.”
Contoh dari Al-Qur’an:
فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا
“Maka janganlah engkau
mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah engkau membentak
keduanya.” QS. Al-Isrā’ [17]: 23.
c. Isim Fi’il Amr (اِسْمُ فِعْلِ الْأَمْرِ)
Isim fi’il amr adalah
isim fi’il yang memberikan makna seperti fi’il amr, yaitu perintah.
Contohnya:
صَهْ
Artinya (اُسْكُتْ)
atau “Diamlah!”
Contoh lainnya:
مَهْ
Artinya (اِنْكَفِفْ)
yang artinya “Berhentilah!”
3. Contoh Isim Fi’il
|
Arti
|
Makna Fi’il
|
Isim Fi’il
|
|
Jauh/telah jauh
|
بَعُدَ
|
هَيْهَاتَ
|
|
Kabulkanlah! / Dengarkanlah!
|
اِسْتَجِبْ / اِسْمَعْ
|
آمِينَ
|
|
Kemarilah!
|
أَقْبِلْ
|
حَيَّ
|
|
Cepatlah!
|
أَسْرِعْ
|
هَيَّا / هَيْكَ
|
|
Kemarilah! / Cepatlah!
|
أَسْرِعْ / أَقْبِلْ
|
هَيْتَ
|
|
Telah terjadi dengan cepat
|
أَسْرَعَ
|
سَرْعَانَ
|
|
Telah terlambat/lambat
|
بَطُؤَ
|
بُطْآنَ
|
|
Telah berpisah/jauh perbedaannya
|
بَعُدَ / افْتَرَقَ
|
شَتَّانَ
|
|
Aku merasa sakit
|
أَتَوَجَّعُ
|
آهِ
|
|
Aku mengeluh/merasa sakit
|
أَتَوَجَّعُ
|
أَوَّاهِ
|
|
Diamlah!
|
اُسْكُتْ
|
صَهْ
|
|
Berhentilah!
|
كُفَّ / اِنْكَفِفْ
|
مَهْ
|
|
Pelan-pelanlah!
|
تَمَهَّلْ / أَمْهِلْ
|
رُوَيْدَكَ
|
|
Kemarilah!
|
تَعَالَ / أَقْبِلْ
|
هَلُمَّ
|
|
Datanglah/kemarilah!
|
أَقْبِلْ
|
حَيَّ
|
|
Cepatlah!
|
أَسْرِعْ
|
هَيَّا
|
|
Tinggalkanlah!
|
اُتْرُكْ / دَعْ
|
بَلْهَ
|
|
Ambillah!
|
خُذْ
|
هَاكَ
|
|
Ambillah!
|
خُذْ
|
دُونَكَ
|
|
Lanjutkanlah!/Tambahkanlah!
|
زِدْ / اسْتَمِرَّ
|
إِيهِ
|
|
Dengarkanlah!/Ceritakanlah!
|
اسْتَمِعْ / حَدِّثْ
|
إِيهِ
|
|
Berhentilah!/Tinggalkanlah!
|
كُفَّ / اُتْرُكْ
|
تَرَاكَ
|
|
Waspadalah!
|
اِحْذَرْ
|
حَذَارِ
|
|
Turunlah!
|
اِنْزِلْ
|
نَزَالِ
|
|
Dengarkanlah!
|
اِسْمَعْ
|
سَمَاعِ
|
|
Doronglah!
|
اِدْفَعْ
|
دِفَاعِ
|
|
Pukullah!
|
اِضْرِبْ
|
ضِرَابِ
|
|
Tulislah!
|
اُكْتُبْ
|
كِتَابِ
|
|
Minumlah!
|
اِشْرَبْ
|
شِرَابِ
|
|
Lihatlah!/Tunggulah!
|
اُنْظُرْ / اِنْتَظِرْ
|
نَظَارِ
|
|
Jagalah!/Tetapilah!
|
اِلْزَمْ
|
عَلَيْكَ
|
|
Menjauhlah dariku!
|
اِبْتَعِدْ
|
إِلَيْكَ عَنِّي
|
|
Maju/teruslah!
|
تَقَدَّمْ
|
أَمَامَكَ
|
|
Kemarilah!
|
تَعَالَ / أَقْبِلْ
|
هَلُمَّ
|
|
Datangkanlah! / Hadirkanlah!
|
أَحْضِرْ
|
هَلُمَّ
|
|
Ambillah kalian!
|
خُذُوا
|
هَاؤُمُ
|
|
Diamlah!
|
اُسْكُتْ
|
صَهْ
|
|
Tambahkanlah! / Lanjutkanlah!
|
زِدْ / اِسْتَمِرَّ
|
إِيهِ
|
|
Berhentilah! / Diamlah!
|
كُفَّ / اُسْكُتْ
|
مَهْ
|
|
Pelan-pelanlah!
|
تَمَهَّلْ / أَمْهِلْ
|
رُوَيْدَ / رُوَيْدَكَ
|
|
Tinggalkanlah!
|
اُتْرُكْ / دَعْ
|
بَلْهَ
|
|
Ambillah!
|
خُذْ / تَنَاوَلْ
|
هَاكَ / هَاءَ / هَا
|
|
Ambillah!
|
خُذْ
|
دُونَكَ
|
|
Aku merasa sakit
|
أَتَأَلَّمُ
|
حُسّ
|
|
Pelan-pelanlah!
|
تَمَهَّلْ / اِتَّئِدْ
|
تَيْدَ / تَيْدَكَ / تَيْدَخْ
|
|
Kemarilah! / Majulah!
|
أَقْبِلْ / تَقَدَّمْ
|
هَيَّهَلْ / هَيْهَلَكَ / هَيْهَلَا
|
|
Tampilkanlah dirimu! / Muncullah!
|
اُبْرُزْ
|
حُدَيَّاكَ
|
|
Cukuplah!
|
اِكْتَفِ
|
بَسْ
|
|
Bersegeralah!
|
أَسْرِعْ
|
النَّجَاءَكَ
|
|
Berhentilah! / Menjauhlah!
|
كُفَّ / اِبْتَعِدْ
|
إِيْهَا
|
|
Biarlah aku menjadi tebusanmu!
|
لِيَفْدِكَ
|
فِدَاءَ
|
|
Cukuplah!
|
اِكْتَفِ
|
قَدْكَ / قَطْكَ
|
|
Berhentilah! / Tahanlah!
|
أَمْسِكْ
|
كَذَاكَ
|
|
Perlahanlah! / Bersabarlah!
|
تَمَهَّلْ
|
هَدَادَيْكَ
|
4. Contoh Isim Fi’il
dalam Al-Qur’an dan Hadis
Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا عَلَيْكُمْ أَنْفُسَكُمْ ۖ لَا يَضُرُّكُمْ مَنْ ضَلَّ إِذَا اهْتَدَيْتُمْ
“Wahai orang-orang
yang beriman! Jagalah dirimu; orang yang sesat itu tidak akan membahayakanmu
apabila kamu telah mendapat petunjuk.” QS. Al-Mā’idah [5]: 105.
Dalam ungkapan:
عَلَيْكُمْ
أَنْفُسَكُمْ
Kata (عَلَيْكُمْ) dipahami
sebagai isim fi’il amr dengan makna:
اِلْزَمُوا أَنْفُسَكُمْ
“Jagalah/peganglah
dirimu.”
Contoh lainnya
terdapat dalam Al-Qur’an:
وَالْقَائِلِينَ لِإِخْوَانِهِمْ هَلُمَّ إِلَيْنَا
“Dan mereka yang
berkata kepada saudara-saudara mereka, ‘Marilah kepada kami...’” QS. Al-Aḥzāb
[33]: 18.
Kata (هَلُمَّ) merupakan
isim fi’il amr menurut bahasa Hijaz, dengan makna seperti (تَعَالَ) “Kemarilah!”
atau (أَقْبِلْ) “Datanglah!”
Contoh Isim Fi’il
dalam Hadis
Dalam hadis tentang
telaga (al-ḥawḍ), Nabi ﷺ
digambarkan berseru:
أَلَا هَلُمَّ
yang bermakna
أَلَا تَعَالَوْا
“Mari datanglah!”
***
Semoga postingan ini
bermanfaat bagi para pembaca. Yang memerlukan materi ini, silakan copy paste
saja!
Belum ada tanggapan untuk "Isim Fi'il: Pengertian, Pembagian, dan Contohnya dari Al-Qur'an & Hadis"
Post a Comment