Pembagian uslub tasybih bisa dilihat dari
berbagai aspek. Di antaranya ada pembagian tasybih dari segi kelengkapan rukun
tasybih, jumlah wajah, hubungan musyabbah dan musyabbah bih, urutan tasybih,
dan lain-lain. Pada artikel ini akan disajikan pembagian tasybih dari aspek
bentuk musyabbah dan musyabbah bih, jumlah wajah, dan urutan tasybih.
 |
| Tasybih |
▪ Pembagian Dua Sisi Tasybih Berdasarkan Indra dan Akal
1. Keduanya Bersifat Indrawi (Hissiyan)
Yaitu ketika musyabbah dan musyabbah bih dapat
ditangkap oleh panca indra (dilihat, didengar, dirasa, dicium, atau diraba).
Contoh:
مُحَمَّدٌ كَالْقَمَرِ فِي الضِّيَاءِ
Muhammad itu seperti bulan dalam hal
cahayanya.
* Muhammad dan bulan sama-sama bisa dilihat
dengan mata.
2. Keduanya Bersifat Akal (Aqliyan)
Yaitu ketika musyabbah dan musyabbah bih hanya
bisa dipahami oleh akal dan tidak bisa ditangkap oleh panca indra secara fisik.
Contoh:
الْعِلْمُ كَالْحَيَاةِ، وَالْجَهْلُ
كَالْمَوْتِ
Ilmu itu seperti kehidupan, dan kebodohan
itu seperti kematian.
* Ilmu, hidup, bodoh, dan mati adalah konsep
abstrak yang dipahami akal.
3. Musyabbah Indrawi dan Musyabbah Bih Akal
Yaitu ketika hal yang diserupakan bisa
diindera, namun pembandingnya bersifat abstrak (akal).
Contoh:
جَلِيسُ السَّوْءِ كَالْمَوْتِ
Teman duduk yang buruk itu seperti
kematian.
* Teman duduk adalah sosok fisik/nyata,
sedangkan kematian adalah konsep abstrak.
4. Musyabbah Akal dan Musyabbah Bih Indrawi
Yaitu ketika hal yang diserupakan bersifat
abstrak, namun pembandingnya bisa ditangkap panca indra.
Contoh:
الْعِلْمُ كالنُّورِ
Ilmu itu seperti cahaya.
* Ilmu bersifat abstrak/akal, sedangkan cahaya
bisa dilihat oleh indra penglihatan.
▪ Pembagian Tasybih Dari Aspek
Hubungan Musyabbah dan Musyabbah Bih
1. Tasybih Tahqiqi (التشبيه التحقيقي)
Yaitu tasybih di mana sifat kesamaannya benar-benar
ada dan nampak (hakiki) pada kedua sisi (musyabbah dan musyabbah bih), baik
secara akal maupun panca indra.
Contoh:
الْعِلْمُ كَالنُّورِ
فِي الْهِدَايَةِ
Ilmu itu seperti cahaya dalam memberi
petunjuk.
* Sifat memberikan petunjuk/menerangi
benar-benar ada secara nyata pada ilmu dan cahaya.
2. Tasybih Takhyili (التشبيه التخييلي)
Yaitu tasybih di mana sifat kesamaannya tidak
ada secara nyata pada musyabbah dan musyabbah bih, melainkan hanya berupa
imajinasi atau khayalan yang dilekatkan padanya.
Contoh:
حديثٌ كَأَنَّهُ
جَنْيُ النَّحْلِ حَلَاوَةً
Ucapan yang seolah-olah adalah hasil madu
lebah dalam hal manisnya.
* Sifat "manis" pada ucapan adalah
kiasan imajiner, karena ucapan tidak memiliki rasa seperti madu.
▪ Pembagian Tasybih dilihat dari
Mufrad dan Tarkib
1. Mufrad
a. Muthlaq
Yaitu musyabbah dan musyabbah bih, keduanya
terbentuk dari ungkapan mufrad (satu kata).
Contoh:
الْعِلْمُ
كَالنُّورِ فِي الْهِدَايَةِ
Ilmu itu seperti cahaya dalam memberi
petunjuk.
الرَّجُلُ
كَالْأَسَدِ فِي الشُّجَاعَةِ
Laki-laki itu seperti singa dalam
keberaniannya.
الطِّفْلُ
كَالزَّهْرَةِ فِي الصَّفَاءِ وَالْجَمَالِ
Anak kecil itu seperti bunga dalam hal
kesucian dan keindahannya.
b. Muqayyad
Yaitu musyabbah dan musyabbah bih, keduanya
terbentuk dari kalimat muqayyad. Yang dimaksud muqayyad adalah kata yang lebih
spesifik dan biasanya disusun dengan idhafat atau na’at man’ut.
Contoh:
الْكَلِمَةُ الصَّعبَةُ
الْمُفِيْدَةُ كَالدَّوَاءِ الْمُرِّ
Kata yang sukar diucapkan tetapi bermanfaat
bagaikan obat yang rasanya pahit.
تَعَلُّمُ الْعِلْم
في الصِّغَرِ كَالنَّقْشِ عَلَى الْحَجَرِ
menuntut ilmu di waktu kecil bagaikan
melukis di atas batu.
اَلْعِلْمُ بِلَا عَمَلٍ كَالشَّجَرِ بِلَا ثَمَرٍ
Ilmu tanpa amal bagaikan pohon tanpa buah.
c. Mukhtalif
Dalam hal ini antara musyabbah dan musyabbah
bihnya tidak sama bentuk mufrad atau muqayyadnya.
▪ Musyabbah berbentuk mufrad sedangkan musyabbah bih-nya berbentuk
muqayyad.
Contoh:
النَّاسُ كَإِبِلٍ مِائَةٍ
لَا تَجِدُ فِيْهَا رَاحِلَةٌ
Manusia bagaikan seratus unta, jarang
ditemukan unta yang bisa dipakai untuk perjalanan jauh.
الثَغْرُ كَاللُّؤْلُؤِ
الْمَنْظُوْمِ
Giginya seperti untaian permata.
▪ Musyabbah berbentuk muqayyad sedangkan musyabbah bih-nya berbentuk
mufrad.
Contoh:
الْعَيْنُ الزَّرْقَاءُ
كَالسِّهَامِ
Mata berwarna biru bagaikan busur panah.
الشَّعْرُ الْأَسْوَدُ
كَاللَّيْلِ
Rambut hitam bagaikan malam hari.
2. Murakkab
Murakkab adalah lafazh yang terbentuk lebih
dari satu kata. Musyabbah dan musyabbah bihnya terdiri dari rangkaian beberapa
kata. Tasybih murakkab disebut juga tasybih tamtsil.
Contoh:
مَثَلُ الَّذِينَ
يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ
سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ
Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan
hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan
tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji.
وَكَأَنَّ أَجْرَامَ
النُّجُوْمِ لَوَامِعًا – دُرَرٌ نُثِرْنَ عَلَى بِسَاطٍ أَزْرَقٍ
Bintang-bintang di langit itu cahayanya
bagaikan mutiara-mutiara yang berhamburan di permadani biru.
كَأَنَّ مُثَارَ
النَّقْعِ فَوْقَ رُؤُوسِنَا – وَأَسْيَافَنَا لَيْلٌ تَهَاوَى كَوَاكِبُهُ
Seolah-olah debu yang beterbangan di atas
kepala kami – dan pedang-pedang kami, adalah malam yang bintang-bintangnya
berjatuhan.
▪ Pembagian Tasybih Berdasarkan Jumlah/Keragaman Kedua Sisi Tasybih)
Pada bagian sebelumnya dibahas tentang uslub
tasybih yang menyerupakan satu hal dengan satu perkara lainnya. Namun bagaimana
jika dalam satu ungkapan terdapat beberapa uslub tasybih? Dalam kategori ini,
tasybih dibagi menjadi empat jenis berdasarkan apakah musyabbah (hal yang
diserupakan) dan musyabbah bih (hal yang menjadi tujuan penyerupaan) itu
berjumlah tunggal atau banyak (berbilang).
1. Tasybih Malfuf (التشبيه الملفوف)
Yaitu tasybih yang mengumpulkan beberapa musyabbah
terlebih dahulu, kemudian diikuti oleh beberapa musyabbah bih secara berurutan.
Contoh:
لَيْلٌ وَخَمْرٌ
وَغُرَابٌ ... شَعْرٌ وَرِيقٌ وَشَبَابٌ
Malam, khamr, dan gagak ... adalah rambut,
air liur, dan masa muda.
* Musyabbahnya adalah “rambut, air liur, masa
muda” diserupakan dengan Musyabbah Bih (malam, khamr, gagak) secara berurutan.
نَشْرٌ وَوَجْهٌ
وَتَفْرِيقٌ ... مِسْكٌ وَبَدْرٌ وَبَرْقٌ
Aroma, wajah, dan perpisahan ... adalah
misik, bulan purnama, dan kilat.
* Aroma diserupakan misik, Wajah diserupakan bulan, Perpisahan diserupakan kilat (dalam hal singkatnya waktu).
كَأَنَّ قُلُوبَ
الطَّيْرِ رَطْبًا وَيَابِسًا ... لَدَى وَكْرِهَا الْعُنَّابُ وَالْحَشَفُ
الْبَالِي
Seolah-olah hati burung, baik yang basah
maupun yang kering... di dekat sarangnya adalah buah 'unnab dan kurma yang
layu.
* Di sini ada dua musyabbah yaitu hati burung
basah & kering dan dua musyabbah bih, yakni buah 'unnab & kurma layu.
2. Tasybih Mafruq (التشبيه المفروق)
Yaiu tasybih yang memasangkan setiap satu musyabbah
langsung dengan satu musyabbah bih-nya sebelum beralih ke pasangan berikutnya.
Contoh:
خَدُّكَ وَرْدٌ،
وَصَدْرُكَ مَرْمَرٌ، وَقَلْبُكَ صَخْرٌ
Pipimu adalah mawar, dadamu adalah marmer,
dan hatimu adalah batu.
* Setiap pasangan musyabbah
dan musyabbah bih dipisahkan satu demi satu dalam kalimat.
كَلَامُهُ شُهْدٌ،
وَأَنْفَاسُهُ عِطْرٌ، وَرُوحُهُ نَسِيمٌ
Ucapannya adalah madu, nafasnya adalah
parfum, dan ruhnya adalah angin sepoi-sepoi.
النَّشْرُ مِسْكٌ
وَالْوُجُوهُ دُجًى ... وَأَطْرَافُ الْأَكُفِّ عَنَمْ
Aroma itu adalah misik, wajah-wajah itu
adalah kegelapan malam, dan ujung jemari itu adalah pohon anam.
3. Tasybih Taswiyah (تشبيه التسوية)
Yaitu tasybih yang terdapat beberapa musyabbah
dengan hanya ada satu musyabbah bih.
Contoh:
عَزْمُهُ وَلِسَانُهُ
كَالسَّيْفِ
Keteguhan hatinya dan lidahnya bagaikan
pedang.
صُدْغُ الْحَبِيبِ
وَحَالِي كِلَاهُمَا كَاللَّيَالِي
Pelipis kekasih dan keadaanku, keduanya
bagaikan malam-malam.
* Dalam puisi Arab, pelipis yang hitam atau
tergelung sering diserupakan dengan malam. Maksud keadaanku seperti malam
adalah keadaan yang gelisah atau kelam.
ثَغْرُهُ فِي صَفَاءٍ
وَأَدْمُعِي ... كِلَاهُمَا كَاللَّآلِئِ
Giginya yang bersih dan air mataku...
keduanya seperti mutiara). (Ada dua hal berbeda
yang diserupakan dengan satu hal yang sama.
4. Tasybih Jam' (تشبيه الجمع)
Tasybih merupakan kebalikan dari taswiyah,
yaitu tasybih yang terdapat hanya ada satu musyabbah namun diserupakan dengan
beberapa musyabbah bihi.
Contoh:
كَأَنَّمَا يَبْسِمُ
عَنْ لُؤْلُؤٍ ... أَوْ بَرَدٍ أَوْ أَقَاحٍ
Seolah-olah ia tersenyum menampakkan
mutiara, atau butiran es, atau bunga krisan). (Satu
hal diserupakan dengan tiga hal berbeda sekaligus.
عِلْمُ الْعَالِمِ
كَالنُّجُومِ فِي الإِرْشَادِ، وَكَالسَّيْفِ فِي الْحَقِّ، وَكَالْمِفْتَاحِ
لِلْمُشْكِلاَتِ
Ilmu seorang alim itu seperti bintang dalam
petunjuk, seperti pedang dalam kebenaran, dan seperti kunci untuk
masalah-masalah.
وَسُهَيْلٌ
كَوَجْنَةِ الْحِبِّ فِي اللَّوْنِ – وَقَلْبِ الْمُحِبِّ فِي الْخَفَقَانِ
Bintang Suhail itu seperti pipi kekasih
dalam warnanya – dan seperti hati pecinta dalam debarannya.
Belum ada tanggapan untuk "Macam-macam Tasybih dari Berbagai Aspek"
Post a Comment