Bismillah.
Pada postingan ini kita akan melanjutkan pembahasan ilmu badi' yang merupakan bagian ilmu balaghah dengan bahasan uslub "Ta’kid adz-Dzam bima Yusybih al-Madh". Selamat belajar!
 |
| Balaghah: Uslub Adz-Dzam |
(تأكيد الذم بما يشبه المدح)
Yaitu pengungkapan kata-kata dengan
menekankan makna adz-dzam (celaan) menggunakan kalimat yang mirip (serupa)
dengan pujian tetapi yang dimaksudkan adalah celaan.
Uslub ini terbentuk dari dua susunan:
1. Menafikan (meniadakan) sifat pujian
lalu diikuti setelah itu adat istitsnā’ yang diikuti sifat celaan juga.
Contoh sebagaimana disebutkan dalam
ungkapan:
لَا
فَضْلَ لِلْقَوْمِ إِلَّا أَنَّهُمْ لَا يَعْرِفُوْنَ لِلْجَارِ حَقَّهُ
Tidak ada keutamaan bagi kaum itu,
kecuali mereka tidak mengetahui (menghormati) hak-hak bertetangga.
Contoh lain sebagaimana disebutkan dalam
syair:
لَا
عِزَّةَ لَهُمْ بَيْنَ العَشَائِرِ غَيْرَ أَنَّ جَارَهُمْ ذَلِيْلٌ
Tidak ada kejayaan mereka antar sesama
suku, kecuali tetangga mereka menjadi hina
2. Menetapkan sifat celaan kepada
sesuatu lalu diikuti setelah itu adat istitsnā’ yang diikuti sifat celaan juga.
Contoh sebagaimana disebutkan dalam
ungkapan:
لَئِيْمُ
الطِّبَاعِ سِوَى أَنَّهُ جَبَانٌ يَهُوْنُ عَلَيْهِ الهَوَانُ
Tercela Perangainya kecuali dia penakut
menganggap enteng (mudah) sesuatu.
Contoh lain sebagaimana disebutkan dalam
ungkapan:
الْجَاهِلُ
عَدُوُّ نَفْسِهِ لَكِنَّهُ صَدِيْقُ السُّفَهَاءِ
Orang bodoh adalah musuh dirinya sendiri
kecuali ia menjadi teman orang-orang yang dungu.
Artikel keren lainnya:
Belum ada tanggapan untuk "Ta’kid adz-Dzam bima Yusybih al-Madh (Menguatkan Celaan dengan Kalimat Mirip Pujian)"
Post a Comment