Dalam ilmu hadis,
terdapat banyak istilah teknis yang digunakan untuk mengkategorikan,
mengevaluasi, dan memahami hadis. Berikut beberapa istilah penting beserta
pengertiannya:
1. Hadis
Pengertian: Ucapan,
perbuatan, dan persetujuan (taqrir) Nabi Muhammad SAW yang dijadikan sumber
hukum Islam.
2. Sanad
Pengertian: Rantai
perawi (orangorang yang meriwayatkan hadis) dari Nabi Muhammad SAW hingga ke
perawi terakhir yang mencatat hadis tersebut. Sanad sangat penting dalam
menentukan keabsahan sebuah hadis.
3. Matan
Pengertian: Isi atau
teks hadis itu sendiri, yaitu apa yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW.
4. Rawi
Pengertian: Individu
yang meriwayatkan hadis. Keandalan seorang rawi dalam menyampaikan hadis sangat
menentukan keabsahan hadis tersebut.
5. Shahih
Pengertian: Hadis yang
sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh perawi yang adil dan kuat hafalannya
(dhabit), tidak mengandung kejanggalan (syaz), dan tidak memiliki cacat
(illah).
6. Hasan
Pengertian: Hadis yang
hampir mirip dengan hadis shahih, tetapi perawinya sedikit kurang dari segi
hafalan atau kekuatan ingatan. Hadis hasan tetap diterima sebagai dalil dalam
hukum Islam.
7. Dhaif
Pengertian: Hadis yang
sanadnya tidak bersambung, atau diriwayatkan oleh perawi yang tidak kuat
hafalannya, tidak adil, atau terdapat cacat (illah) dan kejanggalan (syaz).
Hadis dhaif tidak dijadikan sebagai dalil dalam penetapan hukum.
8. Mutawatir
Pengertian: Hadis yang
diriwayatkan oleh sejumlah besar perawi pada setiap tingkatan sanadnya,
sehingga mustahil mereka sepakat untuk berdusta. Hadis mutawatir dipandang
sangat kuat dan pasti.
9. Ahad
Pengertian: Hadis yang
diriwayatkan oleh satu atau beberapa orang, tetapi tidak mencapai tingkat
mutawatir. Hadis ahad dibagi lagi menjadi tiga, yaitu hadis masyhur, aziz, dan
gharib.
10. Masyhur
Pengertian: Hadis yang
diriwayatkan oleh tiga atau lebih perawi pada setiap tingkatan sanad, tetapi
tidak mencapai jumlah perawi hadis mutawatir.
11. Aziz
Pengertian: Hadis yang
diriwayatkan oleh dua perawi pada setiap tingkatan sanadnya.
12. Gharib
Pengertian: Hadis yang
diriwayatkan oleh satu perawi pada satu atau lebih tingkatan sanadnya.
13. Mursal
Pengertian: Hadis yang
sanadnya terputus di tingkat tabi'in, yaitu perawi yang meriwayatkan hadis
langsung dari Nabi Muhammad SAW tanpa menyebutkan sahabat yang meriwayatkannya.
14. Mu'allaq
Pengertian: Hadis yang
sanadnya terputus di awal sanad, biasanya tidak disebutkan perawi di tingkat
awal.
15. Mudallas
Pengertian: Hadis yang
salah satu perawinya menyembunyikan cacat pada sanadnya, misalnya dengan
menyembunyikan nama perawi yang lemah atau menyamarkan sanad.
16. Maudhu'
Pengertian: Hadis
palsu yang dibuatbuat dan disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW tanpa dasar yang
valid. Hadis maudhu' tidak boleh digunakan dalam hukum Islam.
17. Marfu'
Pengertian: Hadis yang
sanadnya sampai kepada Nabi Muhammad SAW.
18. Mawquf
Pengertian: Hadis yang
sanadnya hanya sampai kepada sahabat, bukan kepada Nabi Muhammad SAW.
19. Munqati'
Pengertian: Hadis yang
sanadnya terputus di salah satu perawi di tingkatan manapun selain dari
sahabat.
20. Mudraj
Pengertian: Hadis yang
dalam matannya terdapat tambahan dari perawi yang bukan bagian dari ucapan Nabi
Muhammad SAW.
Artikel keren lainnya:
Belum ada tanggapan untuk "Istilah-istilah Ulumul Hadis yang Perlu Diketahui"
Post a Comment