Home · Tajwid · Sharaf · Nahwu · Balaghah · Do'a · Daftar Isi

30 Contoh Mad Jaiz Munfashil di Al-Quran

 30 Contoh Mad Jaiz Munfashil

Mad jaiz munfashil terjadi apabila huruf mad (alif, wau mati, atau ya’ mati) bertemu dengan hamzah (ء) dalam dua kata yang berbeda. Itu berarti huruf mad berada di akhir kata, kemudian bertemu dengan hamzah (ء) di awal kata berikutnya. Panjang bacaannya adalah 4–5 harakat pada riwayat Hafsh.

Mad Jaiz Munfashil

Berikut 30 contoh mad jaiz munfashi disertai keterangan ayatnya:

 

No

Potongan Ayat

Keterangan

1

بِمَآ اُنْزِلَ

QS. Al-Baqarah: 4

2

وَمَآ اُنْزِلَ

QS. Al-Baqarah: 4

3

قَالُوْٓا اٰمَنَّا

QS. Al-Baqarah: 14

4

اِلٰىٓ اَهْلِهِمْ

QS. Al-Muthaffifin: 31

5

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ

QS. Al-Qadr: 1

6

فِيٓ اَحْسَنِ

QS. At-Tin: 4

7

لَآ اَعْبُدُ

QS. Al-Kafirun: 1

8

وَلَآ اَنْتُمْ

QS. Al-Kafirun: 2

9

وَلَآ اَنَا

QS. Al-Kafirun: 4

10

قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ

QS. At-Tahrim: 6

11

يٰٓاَيُّهَا

QS. Al-Kafirun: 1

12

تُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ

QS. At-Tahrim: 8

13

مَآ اَغْنٰى

QS. Al-Lahab: 2

14

اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ

QS. Al-Kautsar: 1

15

اِلٰىٓ اَجَلٍ

QS. Nuh: 4

16

اِنَّآ اَرْسَلْنَا

QS. Nuh: 1

17

قَالُوْٓا اِنَّا

QS. Al-Mulk: 9

18

وَمَآ اَدْرٰىكَ

QS. Al-Qadr: 2

19

رَبَّنَآ اِنَّكَ

QS. Ali 'Imran: 9

20

بِالَّذِيٓ اَنْزَلَ

QS. Al-Ma'idah: 67

21

وَفِيٓ اَنْفُسِكُمْ

QS. Adz-Dzariyat: 21

22

قَالُوْٓا اَوْذِيْنَا

QS. Al-A'raf: 129

23

حَتّٰىٓ اِذَا

QS. Al-Kahfi: 86

24

قَالُوْٓا اَتَتَّخِذُنَا

QS. Al-Baqarah: 67

25

وَمَآ اُمِرُوْٓا

QS. Al-Bayyinah: 5

26

فِيٓ اٰذَانِهِمْ

QS. Al-Baqarah: 19

27

يُرِيْدُوْٓا اَنْ

QS. Al-Anfal: 62

28

عَلٰىٓ اَنْفُسِهِمْ

QS. Az-Zumar: 53

29

اِلَىٓ اَنْ

QS. Al-Qashas: 28

30

اِنَّآ اَنْشَأْنٰهُنَّ

QS. Al-Waqi'ah: 35

Catatan Penting

·       Disebut munfaṣil (terpisah) karena huruf mad dan hamzah berada di dua kata yang berbeda.

·       Biasanya ditandai dengan tanda layar/bendera (~).

Artikel keren lainnya:

Contoh Muhadatsah (Percakapan Bahasa Arab) Di Bandara

Saat bepergian ke negara berbahasa Arab, kemampuan melakukan percakapan sederhana di bandara menjadi sangat penting. Mulai dari proses check-in, pemeriksaan bagasi, hingga menerima informasi penerbangan, semua itu sering kali menggunakan bahasa Arab, terutama di bandara lokal. Dengan memahami ungkapan-ungkapan dasar, Anda tidak hanya akan lebih percaya diri, tetapi juga dapat memperlancar perjalanan tanpa kebingungan.

Muhadatsah di Bandara

Dalam contoh berikut, Kita akan melihat bagaimana percakapan antara penumpang dan petugas check-in berlangsung secara alami. Dialog ini dilengkapi dengan tulisan Arab berharakat, transliterasi, serta terjemahan bahasa Indonesia, sehingga memudahkan teman-teman untuk membaca, mengucapkan, dan memahami maknanya sekaligus.

الْمُسَافِر: مَرْحَبًا، أُرِيدُ أَنْ أُسَجِّلَ الدُّخُولَ لِرِحْلَتِي إِلَى دُبَيِّ.

(Penumpang):
Marḥabān, urīdu 'an usajjila ad-dukhūla li-riḥlatī ilā Dubay. 

(Halo, saya ingin melakukan check-in untuk penerbangan saya ke Dubai.)


مُوَظَّفُ تَسْجِيلِ الدُّخُولِ: مَرْحَبًا بِكَ! هَلْ يُمْكِنُنِي رُؤْيَةُ جَوَازِ سَفَرِكَ وَتَذْكِرَةِ الطَّيَرَانِ؟

(Petugas Check-in):
Marḥabān bika! Hal yumkinunī ruʾyat jawāzi safarika wa-tadhkirati aṭ-ṭayarān? 

(Selamat datang! Bolehkah saya melihat paspor dan tiket Anda?)


الْمُسَافِر: تَفَضَّلْ، هَاهُمَا.

(Penumpang):
Tafaḍḍal, hāhumā. 

(Silakan, ini dia.)


مُوَظَّفُ تَسْجِيلِ الدُّخُولِ: شُكْرًا لَكَ. هَلْ لَدَيْكَ حَقَائِبُ تُرِيدُ شَحْنَهَا؟

(Petugas Check-in):
Shukran laka. Hal ladayka ḥaqāʾibu turīdu shaḥnahā? 

(Terima kasih. Apakah Anda memiliki bagasi yang ingin didaftarkan?)


الْمُسَافِر: نَعَمْ، لَدَيَّ حَقِيبَتَانِ.

(Penumpang):
Naʿam, ladayya ḥaqībatān. 

(Ya, saya memiliki dua tas.)


مُوَظَّفُ تَسْجِيلِ الدُّخُولِ: حَسَنًا، الوَزْنُ الإِجْمَالِيُّ لِلْحَقِيبَتَيْنِ هُوَ ٢٥ كِيلُوغْرَامًا. الوَزْنُ مَسْمُوحٌ، وَلَكِنْ يُرْجَى التَّأَكُّدُ مِنْ عَدَمِ وُجُودِ أَيِّ مَوَادٍّ مَحْظُورَةٍ.

(Petugas Check-in):
Ḥasanan, al-waznu al-ijmālī lil-ḥaqībatayn huwa 25 kīlūghrāman. Al-waznu masmūḥun, walākin yurjā at-taʾakkudu min ʿadami wujūdi ayy mawāddin maḥẓūrah. 

(Baik, total berat kedua tas adalah 25 kilogram. Beratnya masih diperbolehkan, tetapi mohon pastikan tidak ada barang terlarang.)


الْمُسَافِر: بِالطَّبْعِ، كُلُّ شَيْءٍ عَلَى مَا يُرَامُ.

(Penumpang):
Biṭ-ṭabʿi, kullu shayʾin ʿalā mā yurām. 

(Tentu, semuanya baik-baik saja.)


مُوَظَّفُ تَسْجِيلِ الدُّخُولِ: رَائِعٌ! هَا هِيَ بِطَاقَةُ صُعُودِكَ إِلَى الطَّائِرَةِ. البَوَّابَةُ رَقْمُ ٧، وَيَبْدَأُ الصُّعُودُ فِي السَّاعَةِ ٢:٠٠ مَسَاءً.

(Petugas Check-in):
Rāʾiʿun! Hā hiya biṭāqatu ṣuʿūdika ilā aṭ-ṭāʾirah. Al-bawwābah raqmu 7, wa yabdaʾu aṣ-ṣuʿūdu fī as-sāʿah 2:00 masāʾan. 

(Bagus! Ini kartu boarding Anda. Pintu keberangkatan nomor 7, dan naik pesawat dimulai pukul 14.00.)


الْمُسَافِر: شُكْرًا جَزِيلًا لَكَ!

(Penumpang):
Shukran jazīlan laka! 

(Terima kasih banyak!)


مُوَظَّفُ تَسْجِيلِ الدُّخُولِ: عَلَى الرَّحْبِ وَالسَّعَةِ! رِحْلَةً سَعِيدَةً.

(Petugas Check-in):
ʿAlā ar-raḥbi wa as-saʿah! Riḥlatan saʿīdah. 

(Sama-sama! Semoga perjalanan Anda menyenangkan.)

 

Artikel keren lainnya:

Macam-macam Tasybih dari Bentuk dan Jumlah Musyabbah dan Musyabbah Bih

Pembagian uslub tasybih bisa dilihat dari berbagai aspek. Di antaranya ada pembagian tasybih dari segi kelengkapan rukun tasybih, jumlah wajah, hubungan musyabbah dan musyabbah bih, urutan tasybih, dan lain-lain. Pada artikel ini akan disajikan pembagian tasybih dari aspek bentuk musyabbah dan musyabbah bih, jumlah wajah, dan urutan tasybih.

Tasybih

Pembagian Dua Sisi Tasybih Berdasarkan Indra dan Akal

1. Keduanya Bersifat Indrawi (Hissiyan)

Yaitu ketika musyabbah dan musyabbah bih dapat ditangkap oleh panca indra (dilihat, didengar, dirasa, dicium, atau diraba).

Contoh:

 مُحَمَّدٌ كَالْقَمَرِ فِي الضِّيَاءِ

Muhammad itu seperti bulan dalam hal cahayanya.

* Muhammad dan bulan sama-sama bisa dilihat dengan mata.

2. Keduanya Bersifat Akal (Aqliyan)

Yaitu ketika musyabbah dan musyabbah bih hanya bisa dipahami oleh akal dan tidak bisa ditangkap oleh panca indra secara fisik.

Contoh:

 الْعِلْمُ كَالْحَيَاةِ، وَالْجَهْلُ كَالْمَوْتِ

Ilmu itu seperti kehidupan, dan kebodohan itu seperti kematian.

* Ilmu, hidup, bodoh, dan mati adalah konsep abstrak yang dipahami akal.

3. Musyabbah Indrawi dan Musyabbah Bih Akal

Yaitu ketika hal yang diserupakan bisa diindera, namun pembandingnya bersifat abstrak (akal).

Contoh:

 

 جَلِيسُ السَّوْءِ كَالْمَوْتِ

Teman duduk yang buruk itu seperti kematian.

* Teman duduk adalah sosok fisik/nyata, sedangkan kematian adalah konsep abstrak.

4. Musyabbah Akal dan Musyabbah Bih Indrawi

Yaitu ketika hal yang diserupakan bersifat abstrak, namun pembandingnya bisa ditangkap panca indra.

Contoh:

 

 الْعِلْمُ كالنُّورِ

Ilmu itu seperti cahaya.

* Ilmu bersifat abstrak/akal, sedangkan cahaya bisa dilihat oleh indra penglihatan.

 

  Pembagian Tasybih Dari Aspek Hubungan Musyabbah dan Musyabbah Bih

1. Tasybih Tahqiqi (التشبيه التحقيقي)

Yaitu tasybih di mana sifat kesamaannya benar-benar ada dan nampak (hakiki) pada kedua sisi (musyabbah dan musyabbah bih), baik secara akal maupun panca indra.

Contoh:

الْعِلْمُ كَالنُّورِ فِي الْهِدَايَةِ

Ilmu itu seperti cahaya dalam memberi petunjuk.

* Sifat memberikan petunjuk/menerangi benar-benar ada secara nyata pada ilmu dan cahaya.

2. Tasybih Takhyili (التشبيه التخييلي)

Yaitu tasybih di mana sifat kesamaannya tidak ada secara nyata pada musyabbah dan musyabbah bih, melainkan hanya berupa imajinasi atau khayalan yang dilekatkan padanya.

Contoh:

حديثٌ كَأَنَّهُ جَنْيُ النَّحْلِ حَلَاوَةً

Ucapan yang seolah-olah adalah hasil madu lebah dalam hal manisnya.

* Sifat "manis" pada ucapan adalah kiasan imajiner, karena ucapan tidak memiliki rasa seperti madu.

 

 Pembagian Tasybih dilihat dari Mufrad dan Tarkib

1. Mufrad

a. Muthlaq

Yaitu musyabbah dan musyabbah bih, keduanya terbentuk dari ungkapan mufrad (satu kata).

Contoh:

الْعِلْمُ كَالنُّورِ فِي الْهِدَايَةِ

Ilmu itu seperti cahaya dalam memberi petunjuk.

الرَّجُلُ كَالْأَسَدِ فِي الشُّجَاعَةِ

Laki-laki itu seperti singa dalam keberaniannya.

الطِّفْلُ كَالزَّهْرَةِ فِي الصَّفَاءِ وَالْجَمَالِ

Anak kecil itu seperti bunga dalam hal kesucian dan keindahannya.

b. Muqayyad

Yaitu musyabbah dan musyabbah bih, keduanya terbentuk dari kalimat muqayyad. Yang dimaksud muqayyad adalah kata yang lebih spesifik dan biasanya disusun dengan idhafat atau na’at man’ut.

Contoh:

الْكَلِمَةُ الصَّعبَةُ الْمُفِيْدَةُ كَالدَّوَاءِ الْمُرِّ

Kata yang sukar diucapkan tetapi bermanfaat bagaikan obat yang rasanya pahit.

تَعَلُّمُ الْعِلْم في الصِّغَرِ كَالنَّقْشِ عَلَى الْحَجَرِ

menuntut ilmu di waktu kecil bagaikan melukis di atas batu.

اَلْعِلْمُ بِلَا عَمَلٍ كَالشَّجَرِ بِلَا ثَمَرٍ

Ilmu tanpa amal bagaikan pohon tanpa buah.

c. Mukhtalif

Dalam hal ini antara musyabbah dan musyabbah bihnya tidak sama bentuk mufrad atau muqayyadnya.

Musyabbah berbentuk mufrad sedangkan musyabbah bih-nya berbentuk muqayyad.

Contoh:

النَّاسُ كَإِبِلٍ مِائَةٍ لَا تَجِدُ فِيْهَا رَاحِلَةٌ

Manusia bagaikan seratus unta, jarang ditemukan unta yang bisa dipakai untuk perjalanan jauh.

الثَغْرُ كَاللُّؤْلُؤِ الْمَنْظُوْمِ

Giginya seperti untaian permata.

Musyabbah berbentuk muqayyad sedangkan musyabbah bih-nya berbentuk mufrad.

Contoh:

الْعَيْنُ الزَّرْقَاءُ كَالسِّهَامِ

Mata berwarna biru bagaikan busur panah.

الشَّعْرُ الْأَسْوَدُ كَاللَّيْلِ

Rambut hitam bagaikan malam hari.

2. Murakkab

Murakkab adalah lafazh yang terbentuk lebih dari satu kata. Musyabbah dan musyabbah bihnya terdiri dari rangkaian beberapa kata. Tasybih murakkab disebut juga tasybih tamtsil.

Contoh:

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ

Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji.

وَكَأَنَّ أَجْرَامَ النُّجُوْمِ لَوَامِعًا – دُرَرٌ نُثِرْنَ عَلَى بِسَاطٍ أَزْرَقٍ

Bintang-bintang di langit itu cahayanya bagaikan mutiara-mutiara yang berhamburan di permadani biru.

كَأَنَّ مُثَارَ النَّقْعِ فَوْقَ رُؤُوسِنَا – وَأَسْيَافَنَا لَيْلٌ تَهَاوَى كَوَاكِبُهُ

Seolah-olah debu yang beterbangan di atas kepala kami – dan pedang-pedang kami, adalah malam yang bintang-bintangnya berjatuhan.

 

Pembagian Tasybih Berdasarkan Jumlah/Keragaman Kedua Sisi Tasybih)

Pada bagian sebelumnya dibahas tentang uslub tasybih yang menyerupakan satu hal dengan satu perkara lainnya. Namun bagaimana jika dalam satu ungkapan terdapat beberapa uslub tasybih? Dalam kategori ini, tasybih dibagi menjadi empat jenis berdasarkan apakah musyabbah (hal yang diserupakan) dan musyabbah bih (hal yang menjadi tujuan penyerupaan) itu berjumlah tunggal atau banyak (berbilang).

1. Tasybih Malfuf (التشبيه الملفوف)

Yaitu tasybih yang mengumpulkan beberapa musyabbah terlebih dahulu, kemudian diikuti oleh beberapa musyabbah bih secara berurutan.

Contoh:

لَيْلٌ وَخَمْرٌ وَغُرَابٌ ... شَعْرٌ وَرِيقٌ وَشَبَابٌ

Malam, khamr, dan gagak ... adalah rambut, air liur, dan masa muda.

* Musyabbahnya adalah “rambut, air liur, masa muda” diserupakan dengan Musyabbah Bih (malam, khamr, gagak) secara berurutan.

نَشْرٌ وَوَجْهٌ وَتَفْرِيقٌ ... مِسْكٌ وَبَدْرٌ وَبَرْقٌ 

Aroma, wajah, dan perpisahan ... adalah misik, bulan purnama, dan kilat.

* Aroma diserupakan misik, Wajah diserupakan bulan, Perpisahan diserupakan kilat (dalam hal singkatnya waktu).

كَأَنَّ قُلُوبَ الطَّيْرِ رَطْبًا وَيَابِسًا ... لَدَى وَكْرِهَا الْعُنَّابُ وَالْحَشَفُ الْبَالِي

Seolah-olah hati burung, baik yang basah maupun yang kering... di dekat sarangnya adalah buah 'unnab dan kurma yang layu.

* Di sini ada dua musyabbah yaitu hati burung basah & kering dan dua musyabbah bih, yakni buah 'unnab & kurma layu.

2. Tasybih Mafruq (التشبيه المفروق)

Yaiu tasybih yang memasangkan setiap satu musyabbah langsung dengan satu musyabbah bih-nya sebelum beralih ke pasangan berikutnya.

Contoh:

خَدُّكَ وَرْدٌ، وَصَدْرُكَ مَرْمَرٌ، وَقَلْبُكَ صَخْرٌ

Pipimu adalah mawar, dadamu adalah marmer, dan hatimu adalah batu.

* Setiap pasangan musyabbah dan musyabbah bih dipisahkan satu demi satu dalam kalimat.

كَلَامُهُ شُهْدٌ، وَأَنْفَاسُهُ عِطْرٌ، وَرُوحُهُ نَسِيمٌ

Ucapannya adalah madu, nafasnya adalah parfum, dan ruhnya adalah angin sepoi-sepoi.

النَّشْرُ مِسْكٌ وَالْوُجُوهُ دُجًى ... وَأَطْرَافُ الْأَكُفِّ عَنَمْ

Aroma itu adalah misik, wajah-wajah itu adalah kegelapan malam, dan ujung jemari itu adalah pohon anam.

3. Tasybih Taswiyah (تشبيه التسوية)

Yaitu tasybih yang terdapat beberapa musyabbah dengan hanya ada satu musyabbah bih.

Contoh: 

عَزْمُهُ وَلِسَانُهُ كَالسَّيْفِ

Keteguhan hatinya dan lidahnya bagaikan pedang.

صُدْغُ الْحَبِيبِ وَحَالِي كِلَاهُمَا كَاللَّيَالِي

Pelipis kekasih dan keadaanku, keduanya bagaikan malam-malam.

* Dalam puisi Arab, pelipis yang hitam atau tergelung sering diserupakan dengan malam. Maksud keadaanku seperti malam adalah keadaan yang gelisah atau kelam.

ثَغْرُهُ فِي صَفَاءٍ وَأَدْمُعِي ... كِلَاهُمَا كَاللَّآلِئِ

Giginya yang bersih dan air mataku... keduanya seperti mutiara). (Ada dua hal berbeda yang diserupakan dengan satu hal yang sama.

4. Tasybih Jam' (تشبيه الجمع)

Tasybih merupakan kebalikan dari taswiyah, yaitu tasybih yang terdapat hanya ada satu musyabbah namun diserupakan dengan beberapa musyabbah bihi.

Contoh:

كَأَنَّمَا يَبْسِمُ عَنْ لُؤْلُؤٍ ... أَوْ بَرَدٍ أَوْ أَقَاحٍ

Seolah-olah ia tersenyum menampakkan mutiara, atau butiran es, atau bunga krisan). (Satu hal diserupakan dengan tiga hal berbeda sekaligus.

عِلْمُ الْعَالِمِ كَالنُّجُومِ فِي الإِرْشَادِ، وَكَالسَّيْفِ فِي الْحَقِّ، وَكَالْمِفْتَاحِ لِلْمُشْكِلاَتِ

Ilmu seorang alim itu seperti bintang dalam petunjuk, seperti pedang dalam kebenaran, dan seperti kunci untuk masalah-masalah.

وَسُهَيْلٌ كَوَجْنَةِ الْحِبِّ فِي اللَّوْنِ – وَقَلْبِ الْمُحِبِّ فِي الْخَفَقَانِ

Bintang Suhail itu seperti pipi kekasih dalam warnanya – dan seperti hati pecinta dalam debarannya.

Artikel keren lainnya: