Home · Tajwid · Sharaf · Nahwu · Balaghah · Do'a · Daftar Isi

Ukuran Panjang Mad: Qashr, Tawasuth, dan Thul

Dalam ilmu tajwid, khususnya pembahasan mad, ukuran panjang bacaan dapat dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu qaṣr (قَصْر), tawassuṭ (تَوَسُّط), dan ṭūl (طُول) atau isybā‘ (إِشْبَاع). Ukuran tersebut dinyatakan berdasarkan jumlah harakat.

Ukuran Harakat Mad

1. Qaṣr (قَصْر)

Qaṣr berarti pendek. Dalam ukuran mad, qaṣr berarti membaca mad dengan panjang 2 harakat. Ini adalah kadar standar dasar untuk Mad Thabi'i (Mad Asli) dan beberapa jenis mad far'i yang tidak bertemu hamzah atau sukun, seperti Mad Badal, Mad 'Iwadh, dan Mad Shilah Qashirah.

Contoh:

قَالَ – أُوْتِيَ - مُبِيْنًا

2. Tawassuṭ (تَوَسُّط)

Tawassuṭ berarti pertengahan. Dalam ukuran mad, tawassuṭ berarti membaca mad dengan panjang 4 harakat. Umumnya diterapkan pada mad yang bertemu hamzah atau sukun aridh, seperti Mad Ja'iz Munfashil, Mad Wajib Muttashil, dan Mad 'Aridh lissukun.

Contoh:

جَاءَ - قُوْا أَنْفُسَكُمْ - نَسْتَعِيْنُ

3. Ṭūl (طُول) atau Isybā‘ (إِشْبَاع)

Ṭūl berarti panjang, sedangkan isybā‘ berarti memanjangkan atau menyempurnakan. Dalam pembahasan ukuran mad, thul berarti membaca mad dengan panjang 6 harakat. Ini berlaku pada mad bertemu sukun seperti mad lazim dan mad aridh lissukun.

Contoh:

الْحَاقَّةُ - ن - نَسْتَعِيْنُ

Catatan:

Pembagian 2–4–6 harakat ini bukan berarti semua jenis mad boleh dibaca dengan ketiga ukuran tersebut. Setiap jenis mad memiliki ketentuan panjangnya masing-masing.

Pembagian Ukuran Mad

Ukuran harakat di bawah mengikuti pembagian tajwid yang umum digunakan dalam pembelajaran Al-Qur'an di Indonesia, khususnya riwayat Ḥafṣ ‘an ‘Āṣim.

A. Mad 2 Harakat

1. Mad Ṭabī‘ī (مَدٌّ طَبِيعِيٌّ)

Mad asli yang terjadi apabila huruf mad tidak diikuti hamzah atau sukun. Panjangnya 2 harakat.

Contoh:

قَالَ - يَقُولُ - فِيْهِ

2. Mad Badal (مَدُّ الْبَدَلِ)

Mad yang terjadi ketika hamzah bertemu dengan huruf mad dalam satu kata. Panjangnya 2 harakat.

Contoh:

آمَنَ - إِيْمَانٌ

3. Mad ‘Iwāḍ (مَدُّ الْعِوَضِ)

Mad yang terjadi ketika waqaf pada kata yang berakhiran tanwin fatḥah (ـً). Tanwin tersebut diganti menjadi bunyi alif dan dibaca 2 harakat.

Contoh:

عَلِيمًا (عَلِيمَا) – حَكِيمًا (حَكِيمَا)

Catatan: Mad ‘Iwāḍ berlaku ketika waqaf, bukan ketika washal.

4. Mad Ṣilah Qaṣīrah (مَدُّ الصِّلَةِ الْقَصِيرَةِ)

Mad yang terjadi pada hā’ ḍamīr (هُ، هِ) ketika berada di antara dua huruf berharakat dan setelahnya bukan hamzah. Dibaca 2 harakat.

Contoh:

إِنَّهُ كَانَ - بِهِ بَصِيرًا

5. Mad Tamkīn (مَدُّ التَّمْكِينِ)

Mad yang terjadi ketika yā’ mad bertemu dengan yā’ berharakat, sehingga kedua bunyi yā’ dibaca dengan jelas. Panjangnya 2 harakat.

Contoh:

النَّبِيِّيْنَ - حُيِّيْتُمْ

B. Mad 4–5 Harakat

1. Mad Wājib Muttaṣil (مَدٌّ وَاجِبٌ مُتَّصِلٌ)

Mad yang terjadi apabila huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata. Ukuran madnya dibaca 4–5 harakat.

Contoh:

جَاءَ - وَجِيْءَ

2. Mad Jā’iz Munfaṣil (مَدٌّ جَائِزٌ مُنْفَصِلٌ)

Mad yang terjadi apabila huruf mad berada di akhir kata dan hamzah berada di awal kata berikutnya. Ukuran madnya 4–5 harakat.

Contoh:

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ - إِنِّيْ أَخَافُ

3. Mad Ṣilah Ṭawīlah (مَدُّ الصِّلَةِ الطَّوِيلَةِ)

Mad pada hā’ ḍamīr (هُ، هِ) yang berada di antara dua huruf berharakat dan setelahnya terdapat hamzah. Dibaca 4–5 harakat.

Contoh:

مَالَهُ أَخْلَدَهُ - عِنْدَهُ إِلَّا

C. Mad 2, 4, atau 6 Harakat

1. Mad ‘Āriḍ lis-Sukūn (مَدٌّ عَارِضٌ لِلسُّكُونِ)

Mad yang terjadi ketika huruf mad bertemu dengan huruf yang menjadi sukun karena waqaf. Boleh dibaca 2, 4, atau 6 harakat.

Contoh:

الْعَالَمِينَ (الْعَالَمِينْ) – الْجَبَّارُ (الْجَبَّارْ)

2. Mad Līn (مَدُّ اللِّينِ)

Mad yang terjadi pada wāw sukun (وْ) atau yā’ sukun (يْ) yang didahului fathah, kemudian huruf setelahnya menjadi sukun karena waqaf. Boleh dibaca 2, 4, atau 6 harakat.

Contoh:

خَوْفٍ (خَوْفْ) – بَيْتٍ (بَيْتْ)

D. Mad 6 Harakat

1. Mad Lāzim Kilmī Mukhaffaf (مَدٌّ لَازِمٌ كِلْمِيٌّ مُخَفَّفٌ)

Mad yang terjadi apabila huruf mad bertemu sukun asli dalam satu kata. Dibaca 6 harakat.

Contoh:

آلْآنَ

Jenis ini sangat jarang ditemukan dalam Al-Qur'an dan pada riwayat Ḥafṣ praktis hanya terdapat pada lafaz (آلْآنَ) di dua tempat.

2. Mad Lāzim Kilmī Mutsaqqal (مَدٌّ لَازِمٌ كِلْمِيٌّ مُثَقَّلٌ)

Mad yang terjadi apabila huruf mad bertemu huruf bertasydid dalam satu kata. Dibaca 6 harakat.

Contoh:

الضَّالِّينَ - الطَّامَّةُ

3. Mad Lāzim Ḥarfī Mukhaffaf (مَدٌّ لَازِمٌ حَرْفِيٌّ مُخَفَّفٌ)

Mad yang terdapat pada huruf-huruf muqaṭṭa‘ah di awal surah, ketika ejaan huruf tersebut mengandung mad dan diikuti sukun asli tanpa idgham/tasydid. Dibaca 6 harakat.

Contoh:

ق - ص

4. Mad Lāzim Ḥarfī Mutsaqqal (مَدٌّ لَازِمٌ حَرْفِيٌّ مُثَقَّلٌ)

Mad yang terdapat pada huruf muqaṭṭa‘ah di awal surah, ketika setelah mad terdapat sukun asli yang mengalami idgham, sehingga menjadi berat/mutsaqqal. Dibaca 6 harakat.

Contoh:

- (لَامْ) pada (الم)

- (سِينْ) pada (طسم)

5. Mad Farq (مَدُّ الْفَرْقِ)

Mad yang berfungsi membedakan antara kalimat istifhām (pertanyaan) dan kalimat khabariyyah (berita). Mad ini terjadi karena adanya hamzah istifhām yang bertemu dengan hamzah waṣal dalam bentuk tertentu dan dibaca 6 harakat.

Contoh:

ءَآلذَّكَرَيْنِ - ءَآللَّهُ

Semoga penjelasan singkat ini bermanfaat.

Artikel keren lainnya:

Soal Latihan PAS/ASAS Semester 1 pada Pelajaran SKI MTs Kelas 8

Pada postingan ini disajikan kumpulan soal latihan SKI (Sejarah Kebudayaan Islam) untuk MTs kelas 8 yang dapat digunakan sebagai bahan belajar dan latihan menghadapi ASAS semester ganjil. Soal-soal disusun berdasarkan materi pembelajaran SKI kelas 8 dengan bentuk pilihan ganda dan dilengkapi dengan empat pilihan jawaban.

Materi yang dibahas mencakup berbagai perkembangan penting dalam sejarah peradaban Islam, mulai dari perjalanan Daulah Abbasiyah, perkembangan ilmu pengetahuan, kejayaan intelektual para ilmuwan dan ulama Islam, hingga berbagai kontribusi umat Islam dalam membangun peradaban.

A. Pilihan Ganda

1.     Daulah Abbasiyah berdiri setelah berhasil menggulingkan kekuasaan Daulah …
A. Umayyah
B. Ayyubiyah
C. Fatimiyah
D. Mamluk

2.     Daulah Abbasiyah didirikan oleh …
A. Abu Ja'far al-Mansur
B. Abu al-Abbas as-Saffah
C. Harun ar-Rasyid
D. Al-Ma'mun

3.     Kota yang menjadi pusat pemerintahan Daulah Abbasiyah dan berkembang menjadi pusat peradaban Islam adalah …
A. Damaskus
B. Kairo
C. Baghdad
D. Madinah

4.     Salah satu langkah penting Khalifah Abu Ja'far al-Mansur dalam membangun peradaban Abbasiyah adalah …
A. Memindahkan ibu kota ke Baghdad
B. Menghapus kegiatan penerjemahan
C. Menutup lembaga pendidikan
D. Menghentikan perdagangan internasional

5.     Lembaga ilmu pengetahuan yang terkenal pada masa Abbasiyah dan menjadi pusat penerjemahan serta penelitian adalah …
A. Baitul Hikmah
B. Darun Nadwah
C. Masjid Quba
D. Darul Arqam

6.     Perkembangan ilmu pengetahuan pada masa Abbasiyah didukung oleh kegiatan …
A. Pelarangan penerjemahan buku
B. Penerjemahan karya-karya ilmiah dari berbagai bahasa
C. Penutupan perpustakaan
D. Pembatasan pendidikan hanya bagi pejabat

7.      Khalifah Abbasiyah yang terkenal sangat mendukung perkembangan ilmu pengetahuan dan kegiatan penerjemahan adalah …
A. Al-Ma'mun
B. Marwan bin Muhammad
C. Muawiyah bin Abi Sufyan
D. Umar bin Abdul Aziz

8.     Salah satu faktor yang menyebabkan Baghdad berkembang menjadi pusat perdagangan adalah …
A. Letaknya yang strategis
B. Letaknya jauh dari jalur perdagangan
C. Tidak memiliki sungai
D. Menutup hubungan dengan wilayah lain

9.     Salah satu bentuk kemajuan peradaban pada masa Daulah Abbasiyah dalam bidang ekonomi adalah …
A. Berkembangnya perdagangan dan industri
B. Berkurangnya aktivitas pertanian
C. Ditutupnya pasar-pasar
D. Dilarangnya perdagangan dengan luar negeri

10.  Nilai yang dapat diteladani dari kemajuan peradaban Daulah Abbasiyah adalah …
A. Menjauhi ilmu pengetahuan
B. Mengutamakan kekuasaan daripada pendidikan
C. Semangat belajar dan mengembangkan ilmu
D. Membatasi hubungan dengan bangsa lain

11.  Tokoh sentra yang memiliki peran penting dalam proses pendirian Daulah Abbasiyah dan mampu mengajak masyarakat untuk mendukung gerakannya adalah ....
A. Abu Abbas As-Saffah
B. Abu Ja’far Al-Mansyur
C. Abu Muslim Al-Khurasani
D. Abu Abdullah Al-Makmun

12.  Berdirinya daulah Abbasiyah tidak dapat terlepas dari sejarah panjang daulah Umayyah. Keluarga Abbas bin Abdul Muthallib mencari dukungan masyarakat dan mencari simpati dari kelompok-kelompok yang selama ini dipinggirkan oleh daulah Umayyah. Isu yang dikembangkan oleh keluarga Abbas bin Abdul Muthallib kepada masyarakat untuk menggulingkan kekuasaan daulah Umayyah adalah ....
A. perilaku ketidakadilan pemerintah daulah Umayyah
B. keserakahan para pemimpin daulah Umayyah
C. kejahatan sumber daya alam pejabat daulah Umayyah
D. perilaku lacur yang dilakukan pemimpin daulah Umayyah

13.  Gerakan bani Abbas bin Abdul Muthallib berusaha mengkordinasikan kelompok-kelompok yang kecewa kepada daulah Umayyah dengan mewujudkan perlawanan fisik untuk meruntuhkan daulah Umayyah hingga berhasil mendirikan daulah Abbasiyah. Untuk pertama kalinya daulah Abbasiyah diproklamasikan di daerah ....
A. Kairo
B. Kuffah
C. Damaskus
D. Aleppo

14.  Dalam catatan sejarah, awal berdirinya dinasti Abbasiyah terdapat tokoh yang berjasa dalam pembangunan dan penertiban administrasi pemerintahan yang menjadi tonggak awal kemajuan pemerintah daulah Abbasiyah. Tokoh itu adalah ....
A. Abdurrahman Ad-Dakhil
B. Muawiyah bin Abu Sofyan
C. Abdul Malik bin Marwan
D. Abu Ja'far Al-Mansyur

15.  Keruntuhan daulah Umayyah disebabkan beberapa faktor intenal dalam negeri pemerintahanny
A. Salah satunya adalah ....
A. figur khalifah yang lemah
B. penyerangan oleh tentara Mongol
C. peralihan kekuasaan
D. perpindahan ibukota negara

16.  Luasnya wilayah kekuasaan Daulah Abbasiyah mengakibatkan munculnya bermacam-macam corak budaya dan ragam disiplin ilmu pengetahuan dari beragam suku bangs
A. Salah satunya disebabkan oleh ....
A. karena banyaknya budaya yang dikenalkan daulah Abbasiyah
B. terjadinya asimilasi antara warga dari beragama suku bangsa
C. karena berkumpulnya orang-orang dari berbagai wilayah
D. satu sama lain saling mengenalkan budaya

17.  Di antara khalifah yang mempunyai perhatian yang sangat besar pada perkembangan ilmu pengetahuan adalah Harun Ar-Rasyid dan Abdullah Al-Makmun. Kedua khalifah tersebut menunjuk satu tim untuk menerjemahkan karya-karya kuno dari Yunani, Persia, Romawi, Syam, dan lainny
A. Untuk mendukung kegiatan tersebut, maka khalifah Harun Ar-Rasyid membangun pusat pengembangan dan penerjemahan yang diberi nama ....
A. Baitul Hikmah
B. Baitul Maal
C. Baitul Hikam
D. Baitul Makmur

18.  Pada masa pemerintahan daulah Abbasiyah perkembangan di bidang pemerintahan telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Bentuk kemajuan tersebut diwujudkan dalam bentuk ....
A. Diwanul Kharraz
B. Diwanul Hijabah
C. Diwanul Kitabah
D. Diwanul Jundi

19.  Kesejahteraan masyarakat dalam sebuah negara biasanya dilihat dari ekonomi dan pendidikanny
A. Untuk itu daulah Abbasiyah memberikan perhatian dan dukungan secara khusus pada bidang peningkatan sektor perdagangan dan perindustrian, perhatian ini diwujudkan dalam ....
A. mendirikan sekolah-sekolah ilmu kedokteran
B. memberikan subsidi penuh kepada rumah sakit
C. membangun pusat perbelanjaan dan ruang publik
D. optimalisasi pelabuhan sebagai pintu utama perdagangan

20.  Kejayaan intelektual dan peradaban Islam masa daulah Abbasiyah saat khalifah Harun Ar-Rasyid dan khalifah Abdullah Al-Makmun. Sumbangsih para ilmuan dan ulama yang berinovasi dengan menerjemahkan manuskrip kuno ini dikumpulkan dalam sebuah tempat bernama Majelis Munadzarah, fungsi penting dari majelis ini adalah ....
A. menjawab beragam persoalan agama
B. pusat penelitian dan pengkajian ilmu sains
C. lembaga penerjemahan Al-Qur'an
D. wadah perkumpulan para ulama

21.  Nama lengkapnya Abu Ali Al-Husayn bin Abdullah bin Ali bin Sina, orang Arab memberinya gelar Syaikhurrais. Ia bukan hanya menguasai Al-Qur'an dan Hadits kan tetapi ia juga mempelajari matematika, astronomi, filsafat dan lainny
A. Dalam disiplin ilmu umum, ia merupakan pakar dan ahli dalam bidang ....
A. Astronomi
B. Kedokteran
C. Matematika
D. Tafsir Al-Qur'an

22.  Filusuf pertama sebelum Islam dan merupakan representasi seorang murid Aristoteles (Filusuf Yunani) dikenal dengan nama ....
A. Ibnu Sina
B. Al-Farabi
C. Al-Kindi
D. Jabir bin Hayyan

23.  Berikut yang bukan termasuk kedalam ibrah dari perkembangan dan kemajuan peradaban dan kebudayaan Islam masa Daulah Abbasiyah adalah ....
A. kemajuan peradaban dan kebudayaan daulah Abbasiyah merupakan warisan para pendahulu mereka
B. puncak kejayaan intelektual dan peradaban Islam masa daulah Abbasiyah menjadikan umat Islam dipandang dan diperhitungkan oleh dunia hingga saat ini
C. kekuatan tekad dan kesungguhan mengembangkan ilmu pengetahuan menghantarkan daulah Abbasiyah mencapai puncak keberhasilan dan kejayaan
D. perubahan sistem pemerintahan dari monarki ke demokrasi berdampak pemberian ruang masyaakat untuk berinovasi

24.  Seorang pemikir muslim ternama Abu Hamid bin Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali At-Tusi yang wafat pada tahun 1111 M. Karena kedalaman ilmu dan kasalehannya ia diberi gelar oleh dunia Islam dengan ....
A. Syaikuhl Islam
B. Hujjatul Islam
C. Malikul Islam
D. Raisul Islam

25.  Di Barat, Jabir bin Hayyan ahli kimia muslim pertama lebih dikenal dengan sebutan ....
A. Gabi
B. Genta
C. Geri
D. Geber

26.  Ismail bin Umar bin Katsir Al-Qurasyi Al-Bushrawi memang lebih dikenal dengan karya tafsir Qur'annya yang masyhur dan banyak diringkas oleh para ulam
A. Ia juga ahli dalam bidang sejarah kehidupan Nabi, karya hebatnya dalam bidang ini adalah ....
A. Bidayah wa Nihayah
B. Jam'i Al-Masanid
C. Jarh wa Ta'dil
D. Tafsir Qur'an Al-Adzim

27.  Hadits-hadits yang memiliki derahat sahih terkumpul dalam karya kitab hadits sahih yang termasuk kedalam kutubusittah. Kitab hadits yang dimaksud adalah ....
A. Sahih Bukhari
B. Sunan Ibnu Majah
C. Sahih At-Tirmidzi
D. Sunan An-Nasai

28.  Ada empat ulama yang memiliki otoritas menentukan hukum fiqih, salah satu ulama tersebut merupakan pelopor ilmu fiqih dan mengalami hidup masa tabiin. Ulama fiqih tersebut adalah ....
A. Imam Abu Hanafi
B. Imam Maliki
C. Imam Syafii
D. Imam Ibnu Hambali

29.  Imam Syafii lahir di Gaza, Palestina. Seorang ulama cerdas, kereatif dan pembaharu dalam hukum-hukum Islam. Imam Syafii menggunakan lima dasar dalam penetapan hukum (Al-Qur'an, Hadits, Ijma', dan Qiyas). Kelima dasar pengambilan hukum ini kemudian menjadi landsan dalam pengambilan hukum madzhab ....
A. Madzhab Maliki
B. Madzhab Hambali
C. Madzhab Hanafi
D. Madzhab Syafii

30.  Ilmu tafsir mengalami perkembangan sangat pesat, di masa Daulah Abbasiyah bermunculan karya-karya di bidang tafsir yang dapat dikembangkan pada masa mendatang. Pada masa Daulah Abbasiyah ada cara tradisional dalam menafsirkan Al-Qur'an, cara itu disebut ....
A. Tafsir bil Ma'sur
B. Tafsir bil Ra'yi
C. Tafsir Tarjamah
D. Tafsir Tematik

31.  Ilmuwan Muslim pada masa Daulah Abbasiyah yang dikenal sebagai tokoh penting dalam bidang matematika dan dikenal melalui konsep aljabar adalah …
A. Al-Khawarizmi
B. Ibnu Sina
C. Al-Farabi
D. Jabir bin Hayyan

32.  Al-Khawarizmi memberikan kontribusi besar dalam bidang …
A. Matematika dan astronomi
B. Fikih dan hadis
C. Sejarah dan sastra
D. Tafsir dan kalam

33.  Tokoh Muslim yang terkenal dalam bidang kedokteran dan menulis kitab Al-Qanun fi at-Tibb adalah …
A. Al-Kindi
B. Ibnu Sina
C. Al-Biruni
D. Al-Ghazali

34.  Jabir bin Hayyan dikenal sebagai ilmuwan Muslim yang berjasa dalam perkembangan ilmu …
A. Kimia
B. Geografi
C. Fikih
D. Sejarah

35.  Tokoh yang dikenal sebagai filsuf Muslim dan mendapat julukan Faylasuf al-'Arab adalah …
A. Al-Kindi
B. Al-Khawarizmi
C. Al-Bukhari
D. Imam Syafi'i

36.  Imam al-Bukhari merupakan ulama besar yang terkenal dalam bidang …
A. Matematika
B. Astronomi
C. Hadis
D. Kedokteran

37.  Kitab hadis yang disusun oleh Imam al-Bukhari dan menjadi salah satu kitab hadis paling terkenal adalah …
A. Sahih al-Bukhari
B. Al-Muwatta'
C. Al-Umm
D. Ihya' Ulumiddin

38.  Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi'i, dan Imam Ahmad bin Hanbal dikenal sebagai …
A. Empat ilmuwan matematika
B. Empat imam mazhab fikih
C. Empat ahli astronomi
D. Empat sejarawan Abbasiyah

39.  Salah satu faktor yang mendorong lahirnya banyak ilmuwan dan ulama pada masa Abbasiyah adalah …
A. Dukungan terhadap pendidikan dan ilmu pengetahuan
B. Larangan mempelajari ilmu dari luar Islam
C. Penutupan berbagai perpustakaan
D. Pembatasan kegiatan penelitian

40.  Sikap yang paling tepat untuk meneladani para ilmuwan dan ulama pada masa Daulah Abbasiyah adalah …
A. Belajar hanya ketika akan menghadapi ujian
B. Mengembangkan ilmu untuk kemaslahatan manusia
C. Menganggap ilmu agama tidak penting
D. Menghindari penelitian dan diskusi ilmiah


Artikel keren lainnya:

Mufradat Bahasa Arab Tema Astronomi: Planet, Galaksi, Meteor, dan Bintang

Mufradat Bahasa Arab: Nama-Nama Benda Langit dan Astronomi

Pernahkah kamu bertanya, apa bahasa Arabnya matahari, bulan, bintang, planet, galaksi, meteor, hingga luar angkasa? Dalam bahasa Arab, benda-benda langit dan istilah astronomi memiliki kosakata yang sangat menarik untuk dipelajari.

Mufradat Planet

Pada postingan kali ini, kita akan mengenal mufradat tentang benda-benda di langit dan astronomi, lengkap dengan tulisan Arab, harakat, transliterasi, dan artinya.

Terjemah

Transliterasi

Mufradāt

Luar angkasa

al-faḍā’

الْفَضَاءُ

Langit

as-samā’

السَّمَاءُ

Alam semesta

al-‘ālamu

الْعَالَمُ

Jagat raya / kosmos

al-kawn

الْكَوْنُ

Galaksi

al-majarratu

الْمَجَرَّةُ

Galaksi Bima Sakti

majarratu Darbi at-Tabānah

مَجَرَّةُ دَرْبِ التَّبَّانَةِ

Tata surya

al-maẓūmatu asy-syamsiyyah

الْمَنْظُومَةُ الشَّمْسِيَّةُ

Matahari

asy-syamsu

الشَّمْسُ

Bulan

al-qamaru

الْقَمَرُ

Bintang

an-najmu

النَّجْمُ

Planet

al-kawkabu

الْكَوْكَبُ

Planet Merkurius

‘Uṭārid

عُطَارِدُ

Planet Venus

az-Zuhrah

الزُّهَرَةُ

Planet Bumi

al-Arḍ

الْأَرْضُ

Planet Mars

al-Mirrīkh

الْمِرِّيخُ

Planet Jupiter

al-Musytarī

الْمُشْتَرِي

Planet Saturnus

Zuḥal

زُحَلُ

Planet Uranus

Ūrānūs

أُورَانُوسُ

Planet Neptunus

Nibtūn

نِبْتُونُ

Planet Pluto

Bliṭū

بِلُوتُو

Asteroid

al-kawikibu aṣ-ṣaghīru

الْكُوَيْكِبُ

Komet

al-mudannabu

الْمُذَنَّبُ

Meteor

an-nazaku / asy-syihābu

النَّزَكُ / الشِّهَابُ

Meteorit

al-ḥajari as-samāwī

الْحَجَرُ السَّمَاوِيُّ

Gugusan bintang / rasi

al-burj

الْبُرْجُ

Bintang jatuh

asy-syihāb

الشِّهَابُ

Lubang hitam

ath-thuqbu al-aswadu

الثُّقْبُ الْأَسْوَدُ

Lubang cacing

thaqbu ad-dūdah

ثُقْبُ الدُّودَةِ

Orbit

al-madār

الْمَدَارُ

Rotasi

ad-dawrān

الدَّوَرَانُ

Revolusi

ath-thawārān

الثَّوَرَانُ

Gravitasi

al-jāḏibiyyah

الْجَاذِبِيَّةُ

Gerhana

al-kusūf / al-khusūf

الْكُسُوفُ / الْخُسُوفُ

Gerhana matahari

kusūfu asy-syams

كُسُوفُ الشَّمْسِ

Gerhana bulan

khusūfu al-qamar

خُسُوفُ الْقَمَرِ

Rasi

al-burūj

الْبُرُوجُ

Atmosfer

al-jaww

الْجَوُّ

Roket

aṣ-ṣārūkh

الصَّارُوخُ

Satelit

al-qamaru aṣ-ṣinā‘ī

الْقَمَرُ الصِّنَاعِيُّ

Stasiun luar angkasa

maḥaṭṭatu al-faḍā’

مَحَطَّةُ الْفَضَاءِ

Astronaut

rā’id al-faḍā’

رَائِدُ الْفَضَاءِ

Astronomi

‘ilmu al-falak

عِلْمُ الْفَلَكِ

Astronom

falkī

فَلَكِيٌّ

Observatorium

marṣad

مَرْصَدٌ

Teleskop

mirṣād

مِرْصَادٌ

Itulah beberapa mufradat bahasa Arab tentang benda-benda di langit dan astronomi. Semoga daftar mufradat ini dapat menambah perbendaharaan kosakata bahasa Arab dan membantu kita mengenal istilah-istilah astronomi dalam bahasa Arab.

Jangan lupa simpan postingan ini dan bagikan kepada teman yang sedang belajar bahasa Arab!

مَا الْمُفْرَدَةُ الَّتِي أَعْجَبَتْكَ؟

Mufradat mana yang paling kamu sukai?

Artikel keren lainnya: